Translate: Bahasa

Live Chat

Penyakit Yang Sering Menyerang Lansia

Penyakit Yang Sering Menyerang Lansia

          Penyakit Yang Sering Menyerang Lansia, wajar saja bila kondisi dan fungsi tubuh pun makin menurun. karena tubuh tak lagi mau bekerja sama dengan baik Ketika kita masih muda atau usia dewasa, tubuh masih memiliki cadangan sehingga organ masih memberikan reaksi toleransi untuk mengatasi kelainan yang terjadi. Sebaliknya, pada lansia kemampuan toleransi sudah berkurang, terlihat gejala yang berat sehingga memerlukan penanganan khusus.

            Namun kita sering kali salah dalam memperlakukan dan mengelola tubuh sehingga tubuh kita harus kandas kauh sebelum saatnya. Tak sedikit kematian yang terjadi karena kesalahan kita dalam merawat tubuh. Tanpa didera penyakit pun tubuh akan merosot seiring bertambahnya isoa, apalagi kalau di rongrong penyakit. Ada penyakit yang emang tidak mungkin kita elakkan, namun lebih banyak penyakit yang tak perlu terjadi dan sebetulnya bisa kita cegah. Nah, bila Anda ingin berumur panjang, maka anda harus menjadi orang yang berusia tua namun pola hidup anda sehat dan berkualitas.

            Berdasarkan statistik China yang dikumpulkan, di antara berbagai jenis penyakit yang paling sering menyerang orang lansia adalah hipertensi. Di ikuti oleh radang batang tenggorok yang kronis, penyakit jantungm dan kanker. Orang yang sudah lansia juga sering mengalami kepikunan atau demensia senilis. Terjadi juga gangguan pada sistem metabolisme, hormonal, saraf, dan kejiwaan.

            Tidak dipungkiri bahwa beberapa penyakit seperti ini juga dapat menyerang orang muda. Karena itu, tidak ada salahnya orang muda mulai memilih-milih makanan yang sehat dan bergizi agar nanti pada lansia tidak mengidap penyakit yang berat dan mematikan. Penyakit dan proses penuaan erat kaitannya sehingga sebagian orang yakit bahwa penuaan itu sendiri merupakan satu penyakit.

            Sebenarnya, penyakit tidak hanya dapat mempercepat proses penuaan, tetapi juga menyebabkan kematian. Karena itu, pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) pernah melakukan penelitian tentang jenis penyakit dan keadaan kesehatan orang yang sudah lansia. Penelitian itu meliatka 1.203 orang respoden yang dipilih secara acak atau radom di wilayah pedesaan dan perkotaan. Hasilnya menunjukkan,penyakit yang umum diderita para responden adalah hipertensi, bronkhitis, diabetes mellitus, jantung, stroke, TBC, kanker, dan rematik. Gangguan kesehatan pada orang desa kurang berpengaruh terhadap aktivitas seharo-hari dibandingkandengan orang yang hidupdi kota.

            Jika dilihat aktivitas fisik sehari-hari para responde, hampir 95 persen mampu menolog dirinya sediri. Pada usia 50 tahun, anda biasanya bermasalah dengan kesehatan akibat menurunnya fungsi tubuh dan pegaruh makanan serta lingkungan sekitar. Apa sajakah penyakit-penyakit tersebut atau mungkin anda mampu mencegah atau mengatasinya? Berikut penjelasannya untuk anda.

Rematik atau Randang Sendi ( Arthristis)

            Rematik pada lansia sudah menjadi penyakit langganan atau penyakit yang sering dirasakan oleh para orang tua, biasanya di atas umur 40 tahun, di mana wanita yang lebih banyak terserang penyakit tersebut. Sering beberapa di antara orang yang terkena penyakit ini tidak mempedulikan gejala-gejala rematik seperti di atas.

Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi)

            Tekanan darah normal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 120/80. Artinya tekanan darah sistolik 120 dan tekanan darah diastolik 80. Tekanan darah sebaiknya tidak lebih dari 140/90. Jika tekanan darah sudah di atas angka 140/90 mmHg (milimiter air raksa) akan menimbulkan penyakit yang disebeut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini akan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.

            Hipertensi bisa juga diakibatkan pemakaian obat tertentu. Agar tidak terkena hipertensi sebaiknya kita tidak merokok, dan minum minuma beralkohol. Melakukan olahraga secara teratur sangat disarankan karena dapat menurunka berat badan, membakar lemak darah lebih banyak, dan memperkuat jantung. Jagalah berat badan anda agar selalu berada pada kondisi ideal. Ikutilah pola makan sehat seperti makanan yang berasalahdari buah-buahan dan sayuran, susu rendah kalori, dan minyak ikan. Hindarilah minuman beralkhol dan soft drink. Jauhilah rokok dan kurangilah konsumsi garam atau gantilah dengan garam diet.

Diabetes Melitus

            Dewasa ini diabetes semakin merebak saja jumlah penyandangannya. Tak hanya didominasi oleh orang lanjut usia saja, tetapi juga sudah merambah pada usia muda. Akibat diabetes melitus dan efek negatif yang muncul dari penyakit gula ini tidak bisa dipandang enteng. Lalu lama kelamaan akan menyebabkan munculnya penyakit yang lain atau komplikasi. Diabetes melitus merupakan suatu kondisi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin atau tidak menghasilkan hormon yang cukup untuk tubuh. Karena kekurangan insulin, glukosa tidak dapat diserap secara baikoleh hati dan sel tubuh.

            Gejala khas sering dikeluhkan oleh penderita diabetes melitus adalah seperti poliuria atau banyak kencing, polipsia atau banyak minum, dan polifagia atau banyak makan. Selain itu, penderita diabetes juga sering mengalami lemas, berat badan menurun, kadang-kadang kesemutan, mata kabur. Penyakit diabetes melitus dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tipe I ( ketergantungan terhadap insulin) dan tipe II (tidak tergantung pada insulin). Penyakit diabetes melitus tipe I dikenal dengan nama juvenile onset yang banyak terjadi pada anak-anak. Pada diabetes melitus tipe pertama ini, pankreas mengeluarkan sedikit insulin, bahkan tidak sama sekali.

            Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan sel penghasil insulin. Berarti tubuh tidak mampu menggunakan glukosa untuk menghasilkan tenaga atau energi. Sebagai penghasil energi adalah lemak (pengganti glukosa), dengan demikian maka orang yang menderita diabetes jenis pertama ini dimana pengobatannya memerlukan suntikan insulin.

            Penyakit diabetes melitus tipe II disebut dengan maturity onset, biasanya menyerang orang berusia sekitar empat puluh tahun. Penyakit diabetes melitus jenis kedua ini disebabkan pankreas tidak menghasilkan cukup insulin untuk kebutuhan tubuh. Orang yang terlalu banyak makan dan terlalu gemuk biasanya akan mengidap diabetes karena pankreasnya tidak dapat menahan kelebihan glukosa di dalam darah.

            Penyakit diabetes melitus jenis kedua dapat dikendalikan dengan diet, olahraga, atau obat oral antidiabetes. Untuk mengontrolnya adalah dengan melakukan gerak badan sedang, atau aerobik ringan. Pilihlah makanan sehat yang rendah lemak, rendah kalori, dan rendah garam. Hindarilah konsumsi gula dan sirup. Pilihlah gula diet. Konsumsilah sayuran dan buah segar. Gantilah minuman ringan soft drink dengan jus buah tanpa gula atau air putih. Konsumsilah makanan dan camilan yang rendah gula pada waktu-waktu tertentu dalam sehari agar kadar gula bisa terjaga. Dan konsultasikan kondisi kesehatan anda paa ahlinya atau dokter spesialis. Untuk itu, tetap jaga pola makan sehatmu dengan menu makan sehat untuk diabetes dan imbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

Penyakit Jantung

            Sudah sejak lama para ahli mengetahui bahwa kelainan jantung sebagai akibat intraksi antara pertambahan usia, pola hidup sehat, dan penyakit pada pembuluh darah di jantung. Ketiga faktor ini saling terkait dan saling memengaruhi. Meski gejala serangan jantung yang tak terdeteksi. Bahayanya, serangan jantung yang tak terdeteksi malah lebih serius dan berakibat fatal. Kelainan utama pada jantung disebut penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh terjadinya penebalan lapisan dalam dinding pembuluh darah akibat timbunan plak lemak sehingga lubang saluran menyempit dan aliran darah terhambat.

            Komplikasi gangguan ini dapat menyebabkan kegagalan jantung (jantung melemah dan memompa secara tidak efektif), sakit dada, dan stroke (suplai oksigen dan darah terputus). Beberapa penelitian membuktikan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh diet dan gaya hidup yang buruk.

            Stress menjadi bagian utama kehidupan sehari-hari yang menyebabkan penyakit jantung. Gejalanya adalah tekanan darah naik, asam urat dalam darah tinggi, kolesterol dan trigliserida dalam darah tinggi, serta kegemukan. Olahraga dan pengaturan nutrisi yang baik memegang peranan penting untuk mencegah serangan jantung. Olahraga dapat memperkuat oto jantung dan sistem kardivaskuler.

            Wanita pada usia 50 tahun berisiko lima kali lipat lebih besar terkena penyakit jantung ketimbang laki-laki. Pada usia ini ukuran besar jantung memang sedikit menurun. Yang paling banyak mengalamai penurunan adalah rongga bilik kiri akibat semakin berrkurangnya aktivitas. Ukuran sel-sel oto jantung juga menurun sehingga mengurangi kekuatan otot jantung. Pada usia ini, Anda berisiko terserang penyakit jantung koroner atau jantung iskemi. Terjadi perubahan pada pembuluh darah jantung akibat arteriosklerosis. Faktor-faktor pencetusnya antara lain, merokok, kadar kolesterol yang tinggi, menderita diabetes, obesitas, dan kurang berolahraga.

Leave a Comment